“Gembalaku”

“Gembalaku”

Posted on Feb 26, 2014 in Articles |

Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku.
Mazmur 101:3.

Uraian dalam bentuk yang lain dari Mazmur 23 berikut membuat kita berhenti sejenak dan berpikir. Berapa sehatkah menonton televisi?

“Televisi adalah gembalaku, Aku akan menginginkannya lagi. Ia membuat aku berbaring di sofa. Ia membawaku jauh dari kebenaran. Ia menghancurkan jiwaku. la membawa aku ke jalan seks dan kejahatan demi kepentingan sang sponsor. Ya, walaupun aku berjalan dalam bayang-bayang tanggung jawab seorang Kristen, tidak akan ada yang bisa mengganggu, karena televisi bersamaku. Ia menyediakan satu hal yang komersial bagiku dalam hal keduniawianku. Remote controlnya menyenangkan aku. Ia meminyaki kepalaku dengan humanisme dan konsumerisme, dambaanku melimpah. Sesungguhnya, kemalasan dan kebodohan akan mengikuti aku sepanjang hari-hari hidupku, dan aku akan tinggal di rumah menonton televisi selamanya.” (Pengarang Tidak Diketahui)
Bagaimana televisi secara negatif mempengaruhi kesehatan dan gaya hidup anak-anak kita? Nancy Larric, seorang profesor perguruan tinggi dan pengarang, setelah mengulangi kembali penelitian mengenai bagaimana televisi mempengaruhi manusia, ia mengidentifikasi 10 sifat anak-anak yang selalu nonton televisi.
1 Kurang perhatian.
2 Tumbuh menjadi besar dengan keributan, perselisihan dan kekacauan.
3 Sangat duniawi dalam pandangan dan tingkah laku.
4 Kurang hormat kepada orang tua (televisi seringkali menjadi gambaran seksual, pendorong penggunaan obat-obat
bius, dan mempunyai tingkat kepandaian yang rendah.
5 Menganggap sekolah sebagai hal yang tidak relevan dan seperti hukuman.
6 Dipenuhi dengan perasaan permusuhan atau takut dan cenderung memutus kan segala sesuatu dengan kejahatan.
7 Kurang tidur, dan membuat mereka tidak berkualitas.
8 Cenderung tidak menghargai hubungan antar sesama.
9 Tidak mau bekerjasama dengan orang lain.
10 Anti demokratis dan berprasangka terhadap golongan minoritas.

Demi kebaikanan kesehatan anak-anak Anda dan diri Anda sendiri janganlah membuat televisi menjadi gembala Anda. Buatlah Tuhan yang menjadi gembala Anda dan hidupkan gaya hidup sehat.

468 ad