Aplikasi Sekolah Sabat

Aplikasi Sekolah Sabat

Posted on Feb 27, 2014 in Articles, Our Events

Aplikasi Sekolah Sabat Dewasa untuk memudahkan dalam mempelajari seri pelajaran Sekolah Sabat secara mobile dimanapun sedang berada. Aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk mengganti maupun menghilangkan fungsi Buku Sekolah Sabat yang dibagikan setiap awal kuartal di masing-masing jemaat. Aplikasi ini merupakan pelengkap Buku Sekolah Sabat tersebut untuk dapat digunakan bersamaan. Click “Google Play” botton or Click the url for DOWNLOAD APLIKASI: Url:...

Read More

“Gembalaku”

“Gembalaku”

Posted on Feb 26, 2014 in Articles

Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Mazmur 101:3. Uraian dalam bentuk yang lain dari Mazmur 23 berikut membuat kita berhenti sejenak dan berpikir. Berapa sehatkah menonton televisi? “Televisi adalah gembalaku, Aku akan menginginkannya lagi. Ia membuat aku berbaring di sofa. Ia membawaku jauh dari kebenaran. Ia menghancurkan jiwaku. la membawa aku ke jalan seks dan kejahatan demi kepentingan sang sponsor. Ya, walaupun aku berjalan dalam bayang-bayang tanggung jawab seorang Kristen, tidak akan ada yang bisa mengganggu, karena televisi bersamaku. Ia menyediakan satu hal yang komersial bagiku dalam hal keduniawianku. Remote controlnya menyenangkan aku. Ia meminyaki kepalaku dengan humanisme dan konsumerisme, dambaanku melimpah. Sesungguhnya, kemalasan dan kebodohan akan mengikuti aku sepanjang hari-hari hidupku, dan aku akan tinggal di rumah menonton televisi selamanya.” (Pengarang Tidak Diketahui) Bagaimana televisi secara negatif mempengaruhi kesehatan dan gaya hidup anak-anak kita? Nancy Larric, seorang profesor perguruan tinggi dan pengarang, setelah mengulangi kembali penelitian mengenai bagaimana televisi mempengaruhi manusia, ia mengidentifikasi 10 sifat anak-anak yang selalu nonton televisi. 1 Kurang perhatian. 2 Tumbuh menjadi besar dengan keributan, perselisihan dan kekacauan. 3 Sangat duniawi dalam pandangan dan tingkah laku. 4 Kurang hormat kepada orang tua (televisi seringkali menjadi gambaran seksual, pendorong penggunaan obat-obat bius, dan mempunyai tingkat kepandaian yang rendah. 5 Menganggap sekolah sebagai hal yang tidak relevan dan seperti hukuman. 6 Dipenuhi dengan perasaan permusuhan atau takut dan cenderung memutus kan segala sesuatu dengan kejahatan. 7 Kurang tidur, dan membuat mereka tidak berkualitas. 8 Cenderung tidak menghargai hubungan antar sesama. 9 Tidak mau bekerjasama dengan orang lain. 10 Anti demokratis dan berprasangka terhadap golongan minoritas. Demi kebaikanan kesehatan anak-anak Anda dan diri Anda sendiri janganlah membuat televisi menjadi gembala Anda. Buatlah Tuhan yang menjadi gembala Anda dan hidupkan gaya hidup...

Read More

Waktu Adalah Karunia Allah

Waktu Adalah Karunia Allah

Posted on Feb 25, 2014 in Articles

Waktu Adalah Karunia Allah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan sagala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allah- mu, maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-lakl, atau anakmu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Keluaran 20:8-10. kita hidup di dunia yang sibuk dengan teknologi tinggi, penuh stres, dan kita Kperlu istirahat 24 jam seminggu. Kita perlu istirahat dari kelelahan sistem adrenal tubuh kita yang merupakan penyebab dari masalah-masalah stres. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan hari Sabat kepada kita. “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Markus 2:27). Manusia harus bekerja enam hari dan beristirahat satu hari – itu merupakan ritme atau irama yang telah diberikan sejarah bagi kesehatan umat manusia. Manusia mencoba aturan-aturan lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 1793 Peraneis memakai kalender 12 bulan dan setiap bulannya 30 hari. Para pekerja harus bekerja sembilan hari dan istirahat pada hari yang kesepuluh. Tidak lama kemudian sistem itu tidak berlaku lagi karena tidak berhasil diterapkan. Para pekerja menolak bekerja sembilan hari dan baru hari kesepuluh bisa istirahat.Dalam masa perang dunia II, Amerika Serikat dan Inggris meningkatkan produksi alat-alat perang. Banyak pabrik dalam satu minggu berproduksi selama74 jam seminggu. Tidak lama kemudian mereka mendapati bahwa rata-rata pekerja bekerja penuh hanya 66 jam. Para pekerja di pabrik ini mengeluh bahwa mereka jadi lekas marah. Semangat menurun. Risiko celaka semakin besar. Barang-barang banyak yang rusak. Pemilik perusahaan akhirnya mengurangi jam kerja. Di Amerika Serikat beberapa pabrik menambah pekerja dan yang -Iainnya membuat jam kerja 3 shift. Bagaimana hasilnya`? Produktivitas meningkat, tidak banyak kerusakan pada hasil produksi, absensi pun berkurang dan semangat kerja meningkat. Di Inggris, jam kerja dikurangi menjadi 48 jam seminggu (satu hari 8 jam kerja, seminggu •enam hari kerja) dan hasil produksi meningkat. Kemudian Inggris menetapkan enam hari kerja dan satu hari istirahat dan dua minggu cuti tahunan. Gagasan untuk istirahat sehari penuh dalam satu minggu sebenarnya gagasan yang sudah ada sejak manusia diciptakan. Gagasan itu diberikan Tuhan bagi umat manusia agar menikmati hidup dan kesehatan. Bukankah ini merupakan waktu yang kita nikmati yang diberikan Tuhan? Bagaimana Anda bisa meraih keuntungan kesehatan dari hari Sabat yang diberikan Tuhan? W. Kuzma dan Cecil Murghey ( Hidup yang penuh...

Read More

Berpacu melawan kuda

Berpacu melawan kuda

Posted on Jul 15, 2013 in Articles, Renungan Harian

Berpacu melawan kuda Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar Sungai Yordan? Yeremia 12:5. Beberapa tahun yang lalu saya sedang bermain softball dan menunjukkan pengaruh saya sebagai atlet akhir pekan. Memberikan seluruhnya “demi kebaikan tim” dan dengan menyangkal usia saya yang sebenarnya, saya pun menyelinap ke pangkalan dua untuk berusaha memisahkan pemain ganda, tetapi usaha itu hanya membuat robek ikat sendi tulang dan beberapa ikat sendi tulang lutut kanan saya. Segera saya menyadari bahwa seharusnya saya bersedia menerima pengunduran diri dan menjauhi pemain-pemain yang kekar dalam pertandingan tersebut. Sebagai seorang ahli pengobatan fisik saya tahu pentingnya olahraga dan rehabilitasi, jadi saya segera memulai terapi fisik. Saya kembali bekerja beberapa hari setelah mengalami cedera tersebut, saya berolah-raga angkat berat, berenang, jalan kaki, dan melanjutkan kegiatan rutin saya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu hal yang menarik terjadi sekitar delapan bulan setelah cedera. Saya mencoba melompat dengan satu kaki dan melompat dari sisi ke sisi untuk menguji kemampuan gerakan saya, tetapi saya tidak sanggup melakukannya. Walaupun saya mengatakan kepada diri saya sendiri, “Lompatlah,” saya tetap tidak bisa bergerak. Otot-otot saya tidak mempunyai kekuatan, kaku walaupun dipaksa sekuat mungkin untuk melompat. Saya menyadari bahwa saya tidak merehabilitasi lutut saya dengan penuh. Olahraga saya sudah menyanggupkan saya untuk berjalan dan berenang, tetapi tidak untuk kegiatan-kegiatan yang lebih kompleks dan menantang seperti meloncat dan melompat-lompat. Pengalaman itu menimbulkan pemikiran-pemikiran lain. Olahraga-olahraga rohani kita yaitu hadir di gereja, mengembalikan persepuluhan, dan menjadi vegetarian dapat memungkinkan kita menjadi orang-orang Kristen yang baik. Tetapi itu saja tidaklah cukup untuk mempersiapkan kita untuk tantangan yang lebih banyak dan kegiatan kegiatan rohani yang kompleks seperti diam saja apabila kita dicerca; mengucapkan kata-kata yang baik dan memberi semangat gantinya mencela dan mengucapkan kata-kata yang kasar; mengasihi tanpa pamrih; menerima orang yang mempunyai kepercayaan berbeda dengan kita; atau memantulkan tabiat Kristus. Apabila olahraga rohani dan rehabilitasi rohani kita tidak mempersiapkan kita untuk kegiatan-kegiatan rohani yang lebih kompleks, bagaimana mungkin kita bisa berpacu melawan “kuda” rohani dan Sungai Yordan yang meluap? Hari ini, kenapa tidak mempertimbangkan untuk lebih tekun berolahraga fisik dan rohani yang akan mempersiapkan Anda untuk “kuda-kuda” dan Sungai Yordan apa pun yang datang kepada Anda dengan berbagai pengalamamnya. Tuhan, tunjukkanlah kepadaku di mana kelemahanku, dan tunjukkanlah kepadaku bagaimana caranya supaya menjadi kuat bagi-Mu. Nicceta Davis. Sumber:...

Read More

Apakah anda bebas dari minuman keras?

Apakah anda bebas dari minuman keras?

Posted on Jul 12, 2013 in Articles, Renungan Harian

Apakah anda bebas dari minuman keras? Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Yohanes 8:36. Apakah Anda merasa bangga karena Anda bebas dari minuman keras? Hati-hati! Setiap harinya sembilan dari 10 orang Amerika Utara minum obat penenang. Dan bisa jadi Anda juga salah satu dari antara mereka. Perbuatan jahat? Setiap hari, sudah biasa, mengkonsumsi kafein secara berlebihan. Didapatkan di dalam kopi, teh, coklat, soda, dan obat-obat keras penghilang rasa sakit, dan semuanya itu hanyalah beberapa dari sekian banyak jenis yang biasa kita nikmati. Tetapi kafein tidak membuat kecanduan, bukan? Lihat di dalam kamus dan Anda akan dapati bahwa bahan yang membuat candu adalah satu bahan yang menimbulkan efek pada fisik dan mental apabila tidak digunakan lagi atau ditinggalkan. Dalam hal ini, bahkan kafein dalam dosis yang kecil sekalipun yang dikonsumsi secara tetap dapat menimbulkan kecanduan. Cobalah sendiri Anda tidak menggunakan kafein lagi sama sekali selama beberapa hari. Gejala yang paling umum terjadi oleh karenanya adalah sakit kepala. Kadang-kadang terjadi perasaan lelah, tidak ada nafsu makan, mual-mual, dan kadang-kadang muntah-muntah. Dan gejala-gejala tersebut akan berlangsung selama lima hari berturut-turut. Penarikan diri secara psikologi bahkan terasa lebih sulit. Orang-orang menjadi terbiasa meraih minuman-minuman penyegar. Dorongannya sama dengan dorongan ingin merokok dan sulit untuk dilawan. Terlalu banyak orang pulang ke rumah pada petang hari dan tanpa berpikir panjang langsung menuju ke lemari es untuk meraih minuman soda dengan kafein. Ada apa dengan kafein? Kafein menambah energi untuk sementara waktu saja dengan cara merangsang sistem syaraf dan meningkatkan kadar gula darah. Untuk sementara energi tambahan ini seperti terasa menyenangkan, tetapi akan segera diikuti dengan menurunnya tenaga, memberi tanda bahwa Anda memerlukan kafein lagi. Apakah Anda yakin ingin terbenam ke dalam energi yang tidak berkesudahan ini terus menerus? Penggunaan kafein secara terus menerus dapat menimbulkan kegugupan, gemetar, kegelisahan, dan tidak bisa tidur. Lambat laun gejala ini dapat menimbulkan kelelahan kronis dan insomnia (tidak dapat tidur) yang menetap. Kafein juga memperburuk sakit lambung dan masalah-masalah perut lainnya. Demikian juga halnya dengan dosa adalah seperti kafein. Hal itu seringkali tampak tidak berbahaya dan rasanya enak sekali! Dan segera setelah kata hati dituruti maka kita merasa melambung-rasa senang dari hadiah yang muncul seketika-sebelum perasaan bersalah datang menghantui. Karena dosa jarang langsung menghancurkan korbannya, maka orang-orang tersedot ke dalamnya, dan dengan mudah menjadi kebiasaan. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa Yesus dapat membebaskan kita dari dosa, sebagaimana Ia dapat memberikan kepada kita kuasa kemauan untuk mengatakan tidak terhadap kafein. Dan “apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Dengan pertolongan Tuhan, buanglah kafein dan bergabunglah dalam generasi yang bebas kafein! Aileen Ludington Sumber:...

Read More

Apa motivasi anda menjadi vegetarian?

Apa motivasi anda menjadi vegetarian?

Posted on Jul 10, 2013 in Articles

Apa motivasi anda menjadi vegetarian? Apakah anda seorang vegetarian? kita sering mendengar kata “Saya seorang Vegan” yang berarti saya tidak lagi mengkonsumsi makanan yang berasal dari hewani dan semua produk-produknya termasuk telur susu dan bahkan madu!. tentu sangat-sangat bermanfaat hidup menjadi seorang vegan karena memang ini pola dan life style pertama kali di eden. saat ini ada begitu banyak orang kembali ke makanan mula-mula ini dan banyak orang mendapatkan manfaatnya, dan memang inilah seharusnya menjadi lifestyle umat-umat Tuhan saat ini ” Back to Eden”!!!!! mengapa Allah memberikan rancangan ini? apa hanya untuk supaya hidup ciptaannya sehat? jawabanya YA pastinya!, tapi apakah ada hal yang lain juga? Yes!! dalam pola makan ini juga mengajarkan kita untuk mau mengasihi ciptaan Allah, secara langsung dengan tidak mengkonsumsi makanan dari hewani berarti kita tidak turut serta dalam membunuh ciptaan Tuhan ini. tentulah seorang vegan adalah seorang yang mengasihi sesama ciptaan Allah, tetapi bagaimana dengan membenci ?? 1Yoh. 3:15 “siapa yang membenci saudaranya dia adalah seorang pembunuh…” apakah anda seorang vegetarian tapi anda masih membenci saudaramu!! seekor ikan kecil tidak kita makan, tetap saudaramu yang besar didepan matamu kita “makan” !! jadilah vegetarian yang benar yang mengasihi semuanya. source:...

Read More

Sabbath Day

Sabbath Day

Posted on Jul 5, 2013 in Articles

Sabat (שבת shabbāṯ, Shabbat, “istirahat” atau “berhenti bekerja” dalam bahasa Ibrani, atau Shabbos dalam ucapan Ashkenazi), adalah hari istirahat setiap Sabtu dalam Yudaisme. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak orang Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme. Dari kata Sabat ini diperoleh istilah Sabbath dalam bahasa Inggris, Sabt dalam bahasa Arab (السبت), dan Sabtu dalam bahasa Indonesia. Dari kata ini pula muncul konsep “sabatikal“, yaitu berhenti bekerja pada Sabat. Orang Yahudi menganggap peringatan Sabat, sebagai hari ke-7 setiap minggu, tidak terputus sejak ditetapkan saat Allah menciptakan alam semesta, dimana manusia diciptakan pada hari ke-6. Sumber:...

Read More