News

OUR NEWS

Gary dkk

Posted by on 8:44 am in Our Videos | 0 comments

read more

Lagu rohani

Posted by on 8:37 am in Our Videos | 0 comments

read more

Aplikasi Sekolah Sabat

Posted by on 3:10 pm in Articles, Our Events | Comments Off on Aplikasi Sekolah Sabat

Aplikasi Sekolah Sabat

Aplikasi Sekolah Sabat Dewasa untuk memudahkan dalam mempelajari seri pelajaran Sekolah Sabat secara mobile dimanapun sedang berada. Aplikasi ini tidak dimaksudkan untuk mengganti maupun menghilangkan fungsi Buku Sekolah Sabat yang dibagikan setiap awal kuartal di masing-masing jemaat. Aplikasi ini merupakan pelengkap Buku Sekolah Sabat tersebut untuk dapat digunakan bersamaan. Click “Google Play” botton or Click the url for DOWNLOAD APLIKASI: Url:...

read more

“Gembalaku”

Posted by on 5:43 am in Articles | Comments Off on “Gembalaku”

“Gembalaku”

Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Mazmur 101:3. Uraian dalam bentuk yang lain dari Mazmur 23 berikut membuat kita berhenti sejenak dan berpikir. Berapa sehatkah menonton televisi? “Televisi adalah gembalaku, Aku akan menginginkannya lagi. Ia membuat aku berbaring di sofa. Ia membawaku jauh dari kebenaran. Ia menghancurkan jiwaku. la membawa aku ke jalan seks dan kejahatan demi kepentingan sang sponsor. Ya, walaupun aku berjalan dalam bayang-bayang tanggung jawab seorang Kristen, tidak akan ada yang bisa mengganggu, karena televisi bersamaku. Ia menyediakan satu hal yang komersial bagiku dalam hal keduniawianku. Remote controlnya menyenangkan aku. Ia meminyaki kepalaku dengan humanisme dan konsumerisme, dambaanku melimpah. Sesungguhnya, kemalasan dan kebodohan akan mengikuti aku sepanjang hari-hari hidupku, dan aku akan tinggal di rumah menonton televisi selamanya.” (Pengarang Tidak Diketahui) Bagaimana televisi secara negatif mempengaruhi kesehatan dan gaya hidup anak-anak kita? Nancy Larric, seorang profesor perguruan tinggi dan pengarang, setelah mengulangi kembali penelitian mengenai bagaimana televisi mempengaruhi manusia, ia mengidentifikasi 10 sifat anak-anak yang selalu nonton televisi. 1 Kurang perhatian. 2 Tumbuh menjadi besar dengan keributan, perselisihan dan kekacauan. 3 Sangat duniawi dalam pandangan dan tingkah laku. 4 Kurang hormat kepada orang tua (televisi seringkali menjadi gambaran seksual, pendorong penggunaan obat-obat bius, dan mempunyai tingkat kepandaian yang rendah. 5 Menganggap sekolah sebagai hal yang tidak relevan dan seperti hukuman. 6 Dipenuhi dengan perasaan permusuhan atau takut dan cenderung memutus kan segala sesuatu dengan kejahatan. 7 Kurang tidur, dan membuat mereka tidak berkualitas. 8 Cenderung tidak menghargai hubungan antar sesama. 9 Tidak mau bekerjasama dengan orang lain. 10 Anti demokratis dan berprasangka terhadap golongan minoritas. Demi kebaikanan kesehatan anak-anak Anda dan diri Anda sendiri janganlah membuat televisi menjadi gembala Anda. Buatlah Tuhan yang menjadi gembala Anda dan hidupkan gaya hidup...

read more

Waktu Adalah Karunia Allah

Posted by on 7:36 am in Articles | Comments Off on Waktu Adalah Karunia Allah

Waktu Adalah Karunia Allah

Waktu Adalah Karunia Allah Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan sagala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allah- mu, maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-lakl, atau anakmu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Keluaran 20:8-10. kita hidup di dunia yang sibuk dengan teknologi tinggi, penuh stres, dan kita Kperlu istirahat 24 jam seminggu. Kita perlu istirahat dari kelelahan sistem adrenal tubuh kita yang merupakan penyebab dari masalah-masalah stres. Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan hari Sabat kepada kita. “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Markus 2:27). Manusia harus bekerja enam hari dan beristirahat satu hari – itu merupakan ritme atau irama yang telah diberikan sejarah bagi kesehatan umat manusia. Manusia mencoba aturan-aturan lainnya. Sebagai contoh, pada tahun 1793 Peraneis memakai kalender 12 bulan dan setiap bulannya 30 hari. Para pekerja harus bekerja sembilan hari dan istirahat pada hari yang kesepuluh. Tidak lama kemudian sistem itu tidak berlaku lagi karena tidak berhasil diterapkan. Para pekerja menolak bekerja sembilan hari dan baru hari kesepuluh bisa istirahat.Dalam masa perang dunia II, Amerika Serikat dan Inggris meningkatkan produksi alat-alat perang. Banyak pabrik dalam satu minggu berproduksi selama74 jam seminggu. Tidak lama kemudian mereka mendapati bahwa rata-rata pekerja bekerja penuh hanya 66 jam. Para pekerja di pabrik ini mengeluh bahwa mereka jadi lekas marah. Semangat menurun. Risiko celaka semakin besar. Barang-barang banyak yang rusak. Pemilik perusahaan akhirnya mengurangi jam kerja. Di Amerika Serikat beberapa pabrik menambah pekerja dan yang -Iainnya membuat jam kerja 3 shift. Bagaimana hasilnya`? Produktivitas meningkat, tidak banyak kerusakan pada hasil produksi, absensi pun berkurang dan semangat kerja meningkat. Di Inggris, jam kerja dikurangi menjadi 48 jam seminggu (satu hari 8 jam kerja, seminggu •enam hari kerja) dan hasil produksi meningkat. Kemudian Inggris menetapkan enam hari kerja dan satu hari istirahat dan dua minggu cuti tahunan. Gagasan untuk istirahat sehari penuh dalam satu minggu sebenarnya gagasan yang sudah ada sejak manusia diciptakan. Gagasan itu diberikan Tuhan bagi umat manusia agar menikmati hidup dan kesehatan. Bukankah ini merupakan waktu yang kita nikmati yang diberikan Tuhan? Bagaimana Anda bisa meraih keuntungan kesehatan dari hari Sabat yang diberikan Tuhan? W. Kuzma dan Cecil Murghey ( Hidup yang penuh...

read more